Jumat, 11 November 2011

ikan

Ikan air tawar adalah ikan yang menghabiskan sebagian atau seluruh hidupnya di air tawar, seperti sungai dan danau, dengan salinitas kurang dari 0,05%. Dalam banyak hal, lingkungan air tawar berbeda dengan lingkungan perairan laut, dan yang paling membedakan adalah tingkat salinitasnya. Untuk bertahan di air tawar, ikan membutuhkan adaptasi fisiologis yang bertujuan menjaga keseimbangan konsentrasi ion dalam tubuh.
41% dari seluruh spesies ikan diketahui berada di air tawar. Hal ini karena spesiasi yang cepat yang menjadikan habitat yang terpencar menjadi mungkin untuk ditinggali.
Ikan air tawar berbeda secara fisiologis dengan ikan laut dalam beberapa aspek. Insang mereka harus mampu mendifusikan air sembari menjaga kadar garam dalam cairan tubuh secara simultan. Adaptasi pada bagian sisik ikan juga memainkan peran penting; ikan air tawar yang kehilangan banyak sisik akan mendapatkan kelebihan air yang berdifusi ke dalam kulit, dan dapat menyebabkan kematian pada ikan.
Karakteristik lainnya terkait ikan air tawar adalah ginjalnya yang berkembang dengan baik. Ginjal ikan air tawar berukuran besar karena banyak air yang melewatinya.
Banyak spesies bereproduksi di air tawar namun menghabiskan sebagian besar kehidupannya di laut. Mereka dikenal dengan nama ikan anadromous, meliputi salmon, trout, dan stickleback. Beberapa ikan, secara berlawanan, lahir di laut dan hidup di air tawar, misalnya belut.
Spesies yang bermigrasi antara air laut dan air tawar membutuhkan adaptasi pada kedua lingkungan. Ketika berada di dalam air laut, mereka harus menjaga konsentrasi garam dalam tubuh mereka lebih rendah dari pada lingkungannya. Ketika berada di air tawar, mereka harus menjaga kadar garam berada di atas konsentrasi lingkungan sekitarnya. Banyak spesies yang menyelesaikan masalah ini dengan berasosiasi dengan habitat berbeda pada berbagai tahapan hidup. Belut, bangsa salmon, dan lamprey memiliki toleransi salinitas di berbagai tahap kehidupan mereka.



Ikan air tawar


  • Arowana, Arwana / Ikan Kelisa (bahasa Inggeris: Arowana) juga dikenali sebagai "Dragon Fish" atau "Bony-tongued Dragon" oleh sesetengah masyarakat Cina serta para pengeksport/pengimport khususya, adalah spesis ikan hiasan eksotik air tawar yang amat diidamkan oleh kebanyakan pemelihara ikan hiasan akuarium. Ini adalah kerana spesies ini mampu mempamerkan keasliannya sebagai ikan hiasan klasik yang bermutu tinggi                                                                                                                           Semua ikan kelisa mempunyai kepala yang agak bertulang, dan badan memanjang yang dilitupi sisik besar dan berat dengan corak mozek terusan. Sirip dorsal dan dubur mempunyai sinar lembut dan agak panjang, manakala sirip pektoral dan ventral adalah kecil. Nama bony-tongue (lidah-tulang) berasal dari tulang bergigi di dasar mulut ikan kelisa, 'lidah', yang menggigit kepada gigi di lelangit mulut. Digelar dragon (naga) pula kerana sisik dan sesungutnya yang besar, menyerupai naga Cina. Ikan kelisa boleh mendapat oksigen dari udara dengan menyedutnya ke dalam pundi renangnya, yang berkedut dengan kapilari seperti tisu peparu.
  •  Belut adalah sekelompok ikan berbentuk mirip ular yang termasuk dalam suku Synbranchidae. Suku ini terdiri dari empat genera dengan total 20 jenis. Jenis-jenisnya banyak yang belum diperikan dengan lengkap sehingga angka-angka itu dapat berubah. Anggotanya bersifat pantropis (ditemukan di semua daerah tropika).Belut berbeda dengan sidat, yang sering dipertukarkan. Ikan ini boleh dikatakan tidak memiliki sirip, kecuali sirip ekor yang juga tereduksi, sementara sidat masih memiliki sirip yang jelas. Ciri khas belut yang lain adalah tidak bersisik (atau hanya sedikit), dapat bernafas dari udara, bukaan insang sempit, tidak memiliki kantung renang dan tulang rusuk. Belut praktis merupakan hewan air darat, sementara kebanyakan sidat hidup di laut meski ada pula yang di air tawar. Mata belut kebanyakan tidak berfungsi baik; jenis-jenis yang tinggal di gua malahan buta.
    Ukuran tubuh bervariasi. Monopterus indicus hanya berukuran 8,5 cm, sementara belut marmer Synbranchus marmoratus diketahui dapat mencapai 1,5m. Belut sawah sendiri, yang biasa dijumpai di sawah dan dijual untuk dimakan, dapat mencapai panjang sekitar 1m (dalam bahasa Betawi disebut moa).
    Kebanyakan belut tidak suka berenang dan lebih suka bersembunyi di dalam lumpur. Semua belut adalah pemangsa. Daftar mangsanya biasanya hewan-hewan kecil di rawa atau sungai, seperti ikankatakserangga, serta krustasea kecil.

  • Betok
  • Gabus
  • Gurami, Gurame, Gurameh
  • Ikan Mas
  • Mujair
  • Lele

  • tawes
  • nilem
  • jelawat
  • semah
  • mola
  • kowan (grasscarp)
  • hampal
  • patin
  • baung
  • lais
  • tambakan
  • bawal
  • sepat siam
  • betutu
  • nila
  • sidat
  • papuyu
  • Paedocypris progenetica, ikan terkecil di dunia
  • ikan tapah
  • ikan toman
  • ikan puting beliung
  • Sepat
  • Terubuk
  • selinca
  • sepatung
  • sapel
  • serandang
  • bujuk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar